Mei 30, 2026
afp__20251214__883w98v__v1__midr-20260107075950

TABUNGQRIS.COM – Oliver Glasner mengikuti jejak hebat Maurizio Sarri usai memberi kado perpisahan mewah untuk Crystal Palace dengan menjuarai UEFA Conference League.

Palace bersua Rayo Vallecano dalam laga puncak UEFA Conference League 2025-2026.

Dalam duel yang di helat di Stadion Leipzig, Kamis (28/5/2026) dini hari WIB, tim asal Inggris tersebut keluar sebagai pemenangnya.

Crystal Palace sukses merebut trofi Eropa pertamanya berkat gol tunggal Jean-Philippe Mateta pada menit ke-50.

Gol tunggal dari Mateta tersebut bertahan hingga laga bubaran.

Palace pun akhirnya mengamankan kemenangan 1-0 atas Vallecano dan berhak untuk membawa pulang trofi UEFA Conference League musim ini.

Pencapaian apik bagi klub asal London itu tak lepas dari sentuhan magis Oliver Glasner selaku pelatih.

Glasner sendiri juga baru saja menorehkan tinta sejarah yang sangat langka dalam jagat sepak bola modern.

Pelatih asal Austria ini berhasil menutup lembaran masa baktinya bersama Palace dengan sebuah pencapaian yang luar biasa di kompetisi Benua Biru.

Maklum, Glasner di pastikan bakal meninggalkan Selhurst Park pada akhir musim ini.

Ia memutuskan angkat kaki dari klub seiring kontraknya yang berakhir pada 30 Juni mendatang.

Dikutip dari Opta Joe, Glasner menjadi pelatih kedua yang sukses mempersembahkan trofi besar Eropa tepat pada pertandingan terakhirnya sebagai pelatih tim Liga Inggris.

Sebuah skenario perpisahan yang begitu dramatis, emosional, sekaligus sangat sempurna bagi karier sang juru taktik.

Catatan itu menyamai pencapaian Maurizio Sarri pada 2019.

Pelatih asal Italia tersebut sukses mempersembahkan trofi Liga Europa bagi The Blues usai menundukkan Arsenal di final yang berlangsung di Baku.

Glasner Ikuti Jejak Hebat Sarri

Pertandingan final melawan Arsenal tersebut menjadi laga pemungkas Sarri bersama Chelsea sebelum dirinya memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya dan menerima pinangan Juventus.

Sebuah perpisahan manis yang membungkam segala keraguan publik Stamford Bridge terhadap dirinya saat itu mengingat kariernya hanya seumur jagung.

Kini, setelah berselang tujuh tahun, tongkat estafet catatan unik tersebut resmi di teruskan oleh Oliver Glasner.

Keberhasilan Glasner ini terasa jauh lebih emosional mengingat di namika dan perjuangan yang harus di lewati oleh Crystal Palace sepanjang kompetisi bergulir.

The Eagles sendiri bukanlah tim apa-apa sebelum di tukangi oleh juru taktik berusia 51 tahun tersebut.

Tim peringkat kelima belas di klasemen akhir Liga Inggris tersebut baru merasakan trofi juara pertamanya saat memenangkan Piala FA 2024-2025.

Mereka kemudian dibantu Glasner mengangkat gelar Community Shield setahun berselang.

Barulah trofi UEFA Conference League yang menjadi gelar termewah mereka sekaligus kado perpisahan dari Glasner.

Pada akhirnya, Glasner telah membuktikan bahwa cara terbaik untuk mengucapkan selamat tinggal adalah dengan mempersembahkan kejayaan.

Ia pergi dari Crystal Palace bukan sebagai pelatih yang di pecat, melainkan sebagai sosok legenda untuk klub.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *