TABUNG4DPLAY.COM Mikel Arteta Bidik Trofi Pertama – Dia bakal menggoreskan rekor tersendiri dalam sejarah kompetisi.
Luis Enrique dan Mikel Arteta akan bersaing memperebutkan Si Kuping Besar pada final Liga Champions 2025-2026.
PSG asuhan Enrique berjuang mempertahankan mahkota yang mereka raih musim lalu dengan menghadapi Arsenal-nya Arteta.
Bentrokan sesama juru taktik asal Spanyol tersebut mengambil lokasi tarung di Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/5/2026).
Bagi Enrique, sebagai pelatih tim juara bertahan, dia berpeluang besar mengamankan dua titel juara konsekutif.
Kalau misi tersebut rampung, eks pemain dan pelatih sukses Barcelona itu berhak menempatkan diri dalam daftar spesial nan langka di Liga Champions.
Daftar itu di isi oleh para pelatih hebat yang berhasil memenangi gelar juara secara beruntun dalam riwayat kompetisi.
Sebelumnya, Enrique pernah menjuarai pentas antarklub terakbar Eropa, tapi itu sudah lama berlalu bareng Barca (2014).
Mikel Arteta Bidik Trofi Pertama
Khusus di era Liga Champions (sejak 1992-1993), baru ada satu nama pelatih yang sukses menjadi juara dua kali berturut-turut: Zinedine Zidane.
Maestro asal Prancis itu bahkan memperpanjangnya menjadi hattrick juara tiga musim beruntun dengan membawa Real Madrid menang final pada 2016-2018.
Kalau mundur ke era lawas atau format Piala Champions, muncul nama-nama legendaris macam Arrigo Sacchi (AC Milan, 1989-1990) dan Brian Clough (Nottingham, 1979-1980).
Sebelumnya bahkan lebih banyak, yakni Bob Paisley (Liverpool, 1977-1978), Dettmar Cramer (Bayern, 1975-1976), Stefan Kovacs (Ajax, 1972-1973), atau Helenio Herrera (Inter, 1964-1965).
Mundur lagi, sejarah pun mencatat nama-nama Bela Guttmann (Benfica, 1961-1962), Luis Carniglia (Real Madrid, 1958-1959), serta Jose Villalonga (Real Madrid, 1956-1957).
Spanyol Pasti Menang
Sebaliknya, Mikel Arteta bertekad menjadi pelatih juara terbaru yang tercatat dalam buku sejarah Liga Champions, juga trofi UCL perdana bagi Arsenal.
Siapa pun yang keluar sebagai kampiun nanti di Budapest, hal pasti adalah kemenangan menjadi milik Spanyol.
Juru taktik asal Negeri Matador akan mengumpulkan total 14 gelar juara Piala/Liga Champions – rekor terbanyak.
Angkanya bakal meninggalkan jumlah keseluruhan trofi yang di menangkan para pelatih asal Italia (13) sepanjang riwayat kompetisi.
Khusus bagi Luis Enrique, potensi meraih dua piala secara berturut-turut mengobarkan rasa lapar mereka untuk terus mengejar prestasi.
“Tahukah Anda seberapa besar ambisi kami untuk meraih gelar juara kedua? Hal itu bahkan lebih besar lagi,” ucap pria yang juga pernah menukangi AS Roma.
“Tentu saja, itulah tujuan saya dan tujuan klub. Kami pantas memenangkan kompetisi musim lalu.”
“Fasilitas klub dan kualitas para pemain membantu kami meraih kesuksesan ini. Malam nanti, trofi lain menanti untuk di perebutkan,” kata Enrique, di kutip TABUNG4DPLAY.com.
